* Post his downgrade on the sector in Nov, KimKwie maintains his cautious tone on the coal sector, citing limited upside as post 25-40% recent shr px gain, Indon coal now trades at 5% premium to China's (vs 30% discount in past 4yrs). Current shr prices already reflect US$120/t coal px in 2011, and he questions the sustainability of coal px to remain elevated with futures market pricing in lower px for the next 12mths. Also, minimal impact from Queensland's flooding, only 2mt of thermal coal lost or 0.5% of global seaborne market.
* His only Buy is on ADRO (TP RP3,200) on attractive valuation 11.8x PE and 6.1x EV/Ebitda for 2011 or 17%-22% discount to global peers.
* Risk to KimKwie's call is it may be a tad too early to take profit. We are still in the midst of fund rotation from interest-sensitive to coal stocks coupled with analysts' coal px upward revision.
* Sensitivity on pg4 if you disagree with our US$110/t coal assumption for 2011. Using US$120/t coal px, ADRO trades at 9.2x '2011 PE and 4.7x EV/Ebitda, ITMG is at 9.3x PE and 5.6x EV/Ebitda - Too early to take profit now? Moreover, with rising inflation scares, the sector may still be a favorite for inflation hedges a while longer…I still like ADRO, ITMG, and HRUM (high portion of spot mkt, with strong growth potential at consensus EPSg 84% in 2011)
https://www.citigroupgeo.com/pdf/SAP43309.pdf
Senin, 17 Januari 2011
Detikfinance Menakar Harga Saham IPO Garuda
Jakarta - Pemerintah menetapkan kisaran harga Initial Public Offering (IPO) PT Garuda Indonesia pada kisaran Rp 750-1.100 per lembarnya.
Mawa penawaran awal saham Garuda akan dilakukan pada 12-24 Januari 2010, dengan masa penawaran pada 2,4 dan 7 Februari 2011. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia diharapkan bisa dilakukan pada 11 Februari 2011. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
Garuda dan Pemegang Saham Penjual dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyak‐banyaknya sebesar 9.362.429.500 atau sebesar 36,48% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saat ini, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah RI (85,81%), Bank Mandiri (10,61%), Angkasa Pura II (2,21%), Angkasa Pura I (1,36%). Setela IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah RI (60,98%), Angkasa Pura I (1,57%), Angkasa Pura I (0,97%), MESA/karyawan dan manajemen (1,45%) dan masyarakat (35,03%).
Rencananya, sebanyak 80 persen saham dari hasil IPO itu akan digunakan untuk pengembangan armada baru yakni 10 unit pesawat B737-800 NG, 10 unit B777 dan 6 unit A330-200, serta 5 unit pesawat tipe narrow-body untuk Citilink dan 5 unit pesawat tipe Sub-100. Sementara 20% akan digunakan untuk membiayai modal Garuda yang diperlukan untuk pengembangan usaha.
Berdasarkan laporan keuangan, Garuda berhasil mencetak laba bersih Rp 194,867 miliar hingga September 2010, menurun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2009 yang mencatat laba sebesar Rp 570,155 miliar. (Angka tidak diaudit/penelaahan terbatas). Pada tahun 2009, Garuda mencetak laba sebesar Rp 1,018 triliun.
Penurunan laba Garuda hingga triwulan III-2010 itu terutama disebabkan karena tingginya beban usaha yang mencapai Rp 12,974 triliun, meningkat dibandingkan per triwulan III-2009 yang sebesar RP 11,225 triliun.
Peningkatan beban usaha terutama berasal dari operasional penerbangan yang meningkat dari Rp 4,942 triliun menjadi Rp 6,142 triliun di triwulan III-2010. Sementara dari sisi penjualan tiket dan promosi tidak mengalami peningkatan signifikan yakni dari Rp 1,202 triliun di triwulan III-2009 menjadi Rp 1,252 triliun pada triwulan III-2010.
Sementara dari sisi pendapatan usaha mengalami peningkatan dari Rp 11,849 triliun pada triwulan III-2009 menjadi Rp 12.685 triliun per triwulan III-2010.
Analis dari eTrading Securities, Andrew Argado menjelaskan, harga penawaran perdana Garuda yang berada pada kisaran Rp 750- Rp 1.100 merefleksikan 32,41 – 37,65x P/E (Price to Earning Ratio) FY2010E dan 2,21- 2,49x PBV (Price to Book Value) FY2010E.
Ia juga memberikan perbandingan P/E dan PBV Garuda dibandingkan maskapai lainnya, yakni:
Mawa penawaran awal saham Garuda akan dilakukan pada 12-24 Januari 2010, dengan masa penawaran pada 2,4 dan 7 Februari 2011. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia diharapkan bisa dilakukan pada 11 Februari 2011. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
Garuda dan Pemegang Saham Penjual dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyak‐banyaknya sebesar 9.362.429.500 atau sebesar 36,48% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saat ini, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah RI (85,81%), Bank Mandiri (10,61%), Angkasa Pura II (2,21%), Angkasa Pura I (1,36%). Setela IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah RI (60,98%), Angkasa Pura I (1,57%), Angkasa Pura I (0,97%), MESA/karyawan dan manajemen (1,45%) dan masyarakat (35,03%).
Rencananya, sebanyak 80 persen saham dari hasil IPO itu akan digunakan untuk pengembangan armada baru yakni 10 unit pesawat B737-800 NG, 10 unit B777 dan 6 unit A330-200, serta 5 unit pesawat tipe narrow-body untuk Citilink dan 5 unit pesawat tipe Sub-100. Sementara 20% akan digunakan untuk membiayai modal Garuda yang diperlukan untuk pengembangan usaha.
Berdasarkan laporan keuangan, Garuda berhasil mencetak laba bersih Rp 194,867 miliar hingga September 2010, menurun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2009 yang mencatat laba sebesar Rp 570,155 miliar. (Angka tidak diaudit/penelaahan terbatas). Pada tahun 2009, Garuda mencetak laba sebesar Rp 1,018 triliun.
Penurunan laba Garuda hingga triwulan III-2010 itu terutama disebabkan karena tingginya beban usaha yang mencapai Rp 12,974 triliun, meningkat dibandingkan per triwulan III-2009 yang sebesar RP 11,225 triliun.
Peningkatan beban usaha terutama berasal dari operasional penerbangan yang meningkat dari Rp 4,942 triliun menjadi Rp 6,142 triliun di triwulan III-2010. Sementara dari sisi penjualan tiket dan promosi tidak mengalami peningkatan signifikan yakni dari Rp 1,202 triliun di triwulan III-2009 menjadi Rp 1,252 triliun pada triwulan III-2010.
Sementara dari sisi pendapatan usaha mengalami peningkatan dari Rp 11,849 triliun pada triwulan III-2009 menjadi Rp 12.685 triliun per triwulan III-2010.
Analis dari eTrading Securities, Andrew Argado menjelaskan, harga penawaran perdana Garuda yang berada pada kisaran Rp 750- Rp 1.100 merefleksikan 32,41 – 37,65x P/E (Price to Earning Ratio) FY2010E dan 2,21- 2,49x PBV (Price to Book Value) FY2010E.
Ia juga memberikan perbandingan P/E dan PBV Garuda dibandingkan maskapai lainnya, yakni:
| Maskapai | P/E | PBV |
| Singapore Airlines | 14,06 | 0,85 |
| China Southern Airlines | 13,54 | 1,06 |
| Cathay Pacific Airways | 8,47 | 0,93 |
| Delta Airlines Inc | 10,09 | 9,11 |
| China Eastern Airlines | 59,14 | N.A |
| Singapore Tech Engine | 21,13 | 4,50 |
| Air France-KLM | 113,50 | 0,35 |
| Qantas Airways | 49,80 | 0,80 |
| British Airways PLC | 39 | 0,99 |
| Korean Air Lines Co Ltd | N.A | 0,91 |
| Neptune Orient Lines | 63,77 | 0,47 |
| China Airlines Ltd | N.A | 1,15 |
| Sia Engineering Co Ltd | 17,62 | 1,64 |
| Eva Airways Corp | N.A | 1,15 |
| AMR Corp | N.A | N.A |
| Airasia BHD | 9,71 | 1,28 |
| Malaysian Airline System | 7,06 | 1,22 |
| Tiger Airways Holding | 25,71 | N.A |
Langganan:
Postingan (Atom)
-
▼
2014
(7)
- ► 03/09 - 03/16 (1)
- ► 02/23 - 03/02 (1)
- ► 02/16 - 02/23 (1)
- ► 01/19 - 01/26 (1)
- ► 01/05 - 01/12 (2)
-
►
2013
(18)
- ► 12/29 - 01/05 (1)
- ► 07/07 - 07/14 (1)
- ► 05/19 - 05/26 (1)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
- ► 03/17 - 03/24 (1)
- ► 02/17 - 02/24 (3)
- ► 02/10 - 02/17 (6)
- ► 01/27 - 02/03 (3)
- ► 01/06 - 01/13 (1)
-
►
2012
(80)
- ► 12/30 - 01/06 (1)
- ► 12/23 - 12/30 (1)
- ► 12/16 - 12/23 (5)
- ► 12/02 - 12/09 (5)
- ► 11/25 - 12/02 (2)
- ► 11/11 - 11/18 (1)
- ► 11/04 - 11/11 (1)
- ► 10/21 - 10/28 (2)
- ► 10/14 - 10/21 (3)
- ► 10/07 - 10/14 (2)
- ► 09/30 - 10/07 (4)
- ► 09/23 - 09/30 (3)
- ► 09/16 - 09/23 (1)
- ► 09/09 - 09/16 (1)
- ► 09/02 - 09/09 (4)
- ► 08/26 - 09/02 (3)
- ► 08/19 - 08/26 (2)
- ► 08/12 - 08/19 (1)
- ► 08/05 - 08/12 (7)
- ► 07/29 - 08/05 (2)
- ► 07/22 - 07/29 (3)
- ► 07/15 - 07/22 (3)
- ► 07/08 - 07/15 (4)
- ► 07/01 - 07/08 (5)
- ► 06/17 - 06/24 (3)
- ► 06/10 - 06/17 (1)
- ► 06/03 - 06/10 (1)
- ► 05/27 - 06/03 (1)
- ► 05/20 - 05/27 (1)
- ► 04/29 - 05/06 (1)
- ► 04/22 - 04/29 (1)
- ► 04/08 - 04/15 (2)
- ► 04/01 - 04/08 (1)
- ► 03/25 - 04/01 (2)
-
►
2011
(3338)
- ► 10/02 - 10/09 (2)
- ► 09/18 - 09/25 (20)
- ► 09/11 - 09/18 (76)
- ► 09/04 - 09/11 (37)
- ► 08/21 - 08/28 (60)
- ► 08/14 - 08/21 (76)
- ► 08/07 - 08/14 (99)
- ► 07/31 - 08/07 (114)
- ► 07/24 - 07/31 (99)
- ► 07/17 - 07/24 (55)
- ► 07/10 - 07/17 (59)
- ► 07/03 - 07/10 (51)
- ► 06/26 - 07/03 (56)
- ► 06/19 - 06/26 (64)
- ► 06/12 - 06/19 (83)
- ► 06/05 - 06/12 (73)
- ► 05/29 - 06/05 (75)
- ► 05/22 - 05/29 (52)
- ► 05/15 - 05/22 (69)
- ► 05/08 - 05/15 (67)
- ► 05/01 - 05/08 (133)
- ► 04/24 - 05/01 (167)
- ► 04/17 - 04/24 (55)
- ► 04/10 - 04/17 (131)
- ► 04/03 - 04/10 (107)
- ► 03/27 - 04/03 (147)
- ► 03/20 - 03/27 (131)
- ► 03/13 - 03/20 (148)
- ► 03/06 - 03/13 (114)
- ► 02/27 - 03/06 (141)
- ► 02/20 - 02/27 (113)
- ► 02/13 - 02/20 (58)
- ► 02/06 - 02/13 (111)
- ► 01/30 - 02/06 (90)
- ► 01/23 - 01/30 (119)
- ► 01/16 - 01/23 (85)
- ► 01/09 - 01/16 (91)
- ► 01/02 - 01/09 (110)