JAKARTA: Nilai tukar yen menguat terhadap mayoritas mata uang lawannya yang paling aktif diperdagangkan seiring pernyataan Perdana Menteri Jepang Naoto Kan bahwa bahaya kebocoran radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir meningkat.
Nilai tukar yen menguat menjadi 113,54 per euro pada pukul 08:17 di London dari posisi 114,22 pada bursa New York, kemarin. Yen diperdagangkan pada level 81,55 per dolar AS dari posisi sebelumnya 81,63 per dolar AS. Adapun nilai tukar greenback (dolar AS) menguat 0,5% menjadi US$1,3923 per euro.
Pernyataan Naoto Kan dinilai telah memunculkan spekulasi investor lokal akan membawa pulang aset-aset yang berada di luar negeri sehingga meningkatkan permintaan terhadap yen.
Thomas Harr, ahli strategis valuta asing Asia pada Standard Chartered Plc., mengatakan pembangunan yang terjadi di Jepang membuat posisi yen positif. “Pembangunan di Jepang membuat posisi yen positif karena ada reaksi normal investor Jepang yang membawa pulang dananya,” ujarnya sebagaimana dikutip Bloomberg, hari ini.
Senior Analis Harvest International Futures Ibrahim mengatakan Jepang termasuk salah satu negara yang selalu mengintervensi mata uangnya. Jepang, lanjutnya, telah mematok nilai tukar ekspor dan impor di kisaran 82 yen per dolar AS.
“Jepang adalah negara importir dan industri yang berkepentingan tinggi terhadap nilai tukar mata uang. Jika nilai tukar yen melemah atau menguat, mereka perlu mengembalikan ke harga patokan,” katanya kepada Bisnis.
Kemarin, nilai tukar yen sempat melemah menyusul rencana Bank of Japan (BOJ) menyuntikan dana lebih ke sistem keuangan negeri tersebut. Pada hari tersebut, bank sentral menyuntikkan dana sebesar 15 triliun yen dan menggandakan dana pembelian aset menjadi 10 triliun yen.
Hari ini, BOJ menambahkan dana sebesar 5 juta triliun yen ke sistem keuangan. Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa telah berjanji untuk tetap menuangkan dana tunai ke perekonomian guna menstabilisasi pasar.
Misato Nakashima, analis mata uang pada Himawari Securities Inc di Tokyo, mengatakan yen akan berada di bawah tekanan dalam jangka menengah hingga panjang karena bank sentral tidak memiliki pilihan lain selain tetap mempertahankan pelonggaran moneter untuk waktu yang lama.
“BOJ telah membuat langkah berani dan jelas berjanji akan tetap melakukan itu,” ujarnya.
Sementara itu, nilai tukar dolar AS dan franc Swiss menguat di tengah permintaan aset terlindung (safe havens) setelah Kan meminta masyarakat dan pasar tenang dalam pidato televisinya. Dia mengatakan pemerintah sedang melakukan yang terbaik untuk mengatasi kebocoran radioaktif pada pabrik Fusuhima Dai- Ichi milik Tokyo Power Co. akibat gempa bumi dan tsunami pada pekan lalu.
Di sisi lain, mata uang Asia melemah yang dipimpin oleh pelemahan ringgit Malaysia seiring anjloknya saham dan kenaikan treasuri di tengah permintaan aset AS yang relatif aman.
Rabu, 16 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
►
2014
(7)
- ► 04/06 - 04/13 (1)
- ► 03/09 - 03/16 (1)
- ► 02/23 - 03/02 (1)
- ► 02/16 - 02/23 (1)
- ► 01/19 - 01/26 (1)
- ► 01/05 - 01/12 (2)
-
►
2013
(18)
- ► 12/29 - 01/05 (1)
- ► 07/07 - 07/14 (1)
- ► 05/19 - 05/26 (1)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
- ► 03/17 - 03/24 (1)
- ► 02/17 - 02/24 (3)
- ► 02/10 - 02/17 (6)
- ► 01/27 - 02/03 (3)
- ► 01/06 - 01/13 (1)
-
►
2012
(80)
- ► 12/30 - 01/06 (1)
- ► 12/23 - 12/30 (1)
- ► 12/16 - 12/23 (5)
- ► 12/02 - 12/09 (5)
- ► 11/25 - 12/02 (2)
- ► 11/11 - 11/18 (1)
- ► 11/04 - 11/11 (1)
- ► 10/21 - 10/28 (2)
- ► 10/14 - 10/21 (3)
- ► 10/07 - 10/14 (2)
- ► 09/30 - 10/07 (4)
- ► 09/23 - 09/30 (3)
- ► 09/16 - 09/23 (1)
- ► 09/09 - 09/16 (1)
- ► 09/02 - 09/09 (4)
- ► 08/26 - 09/02 (3)
- ► 08/19 - 08/26 (2)
- ► 08/12 - 08/19 (1)
- ► 08/05 - 08/12 (7)
- ► 07/29 - 08/05 (2)
- ► 07/22 - 07/29 (3)
- ► 07/15 - 07/22 (3)
- ► 07/08 - 07/15 (4)
- ► 07/01 - 07/08 (5)
- ► 06/17 - 06/24 (3)
- ► 06/10 - 06/17 (1)
- ► 06/03 - 06/10 (1)
- ► 05/27 - 06/03 (1)
- ► 05/20 - 05/27 (1)
- ► 04/29 - 05/06 (1)
- ► 04/22 - 04/29 (1)
- ► 04/08 - 04/15 (2)
- ► 04/01 - 04/08 (1)
- ► 03/25 - 04/01 (2)
-
▼
2011
(3338)
- ► 10/02 - 10/09 (2)
- ► 09/18 - 09/25 (20)
- ► 09/11 - 09/18 (76)
- ► 09/04 - 09/11 (37)
- ► 08/21 - 08/28 (60)
- ► 08/14 - 08/21 (76)
- ► 08/07 - 08/14 (99)
- ► 07/31 - 08/07 (114)
- ► 07/24 - 07/31 (99)
- ► 07/17 - 07/24 (55)
- ► 07/10 - 07/17 (59)
- ► 07/03 - 07/10 (51)
- ► 06/26 - 07/03 (56)
- ► 06/19 - 06/26 (64)
- ► 06/12 - 06/19 (83)
- ► 06/05 - 06/12 (73)
- ► 05/29 - 06/05 (75)
- ► 05/22 - 05/29 (52)
- ► 05/15 - 05/22 (69)
- ► 05/08 - 05/15 (67)
- ► 05/01 - 05/08 (133)
- ► 04/24 - 05/01 (167)
- ► 04/17 - 04/24 (55)
- ► 04/10 - 04/17 (131)
- ► 04/03 - 04/10 (107)
- ► 03/27 - 04/03 (147)
- ► 03/20 - 03/27 (131)
-
▼
03/13 - 03/20
(148)
- IDX Composite Ends Marginally Higher - The Indones...
- China raises bank reserves to cool lending - Assoc...
- Thermal Coal Falls 4.87% - The Indonesia Today
- Indorama Net Profit Soars 128% - The Indonesia Today
- Global Equity Strategist - Japanese Earthquake: Fi...
- Sampoerna Agro: Buy; Rp2,750; TP Rp4,625; SGRO IJ ...
- Cement Sector Update Faster February - Bahana Se...
- Telkom - FY10 result guidance is below projection ...
- United Tractor (UNTR IJ) re-initiate coverage OPF;...
- ITMG:Awakening the animal spirit - Mandiri Sekuritas
- ENRG and SMCB trade idea (from sales) - JP Morgan
- Indonesia's Timah plans March tin shipment to Japa...
- Indonesia is Best Emerging Market, Blackstone’s St...
- Sales Flat, Trikomsel Profit Jumps 74% to Rp204 Bi...
- Ekspansi Besar-Besaran, Jasa Marga Siapkan Rp30 T ...
- Bakrie Sumatera 2010 Profit Surges 219% - The Indo...
- Jepang Kembali Dialiri Dana USD37 Miliar - OkeZone
- Indonesia Faces Risk Core Inflation Will Climb, Fi...
- Asia Coal-Thermal coal bearish short-term on Japan...
- Nuclear crisis has implications for coal - Financi...
- Pasar Tak Bagus, Telkom Berencana Buy Back Saham -...
- Indocement Profit Grows 17.4% to Rp3.2 Trillion - ...
- HM Sampoerna Records Rp6.42 Trillion Profit - The ...
- Medco Energi & convertible bonds - Insider Stories
- Fitch: Indonesia Baru Investment Grade Setahun Lag...
- Fitch: Reformasi Struktural Akan Mempercepat Inves...
- Rating Bank dan Sektor Telekomunikasi Positif - Te...
- PTPP FY10 net income increases 23.51% - Insider St...
- RUU Mata Uang Muluskan Rencana Redenominasi Rupiah...
- Antam seeks US$1 billion financing - Insider Stories
- Bank Mandiri to Acquire Insurance Firm in Q3 - The...
- Indika to launch US$300 mio bonds - Insider Stories
- Akuisisi Perusahaan Sawit, Tiga Pilar Terbitkan Ob...
- Laba AISA Melesat 84,79% di 2010 - TopSaham
- Implications of Japan's Earthquake for the Region ...
- Kalbe Farma (KLBF IJ), Turnaround?, from Swati Cho...
- BNI (BBNI.JK, Rp 3,675, O, TP Rp 4,300) – Looking ...
- After the quake: Our view on sector impact - Credi...
- Global, GEM & Indonesia Equity Strategy! (update1)...
- Bank Negara Indonesia - Alert: NP Slightly Above C...
- Bank Bukopin Posts 36% Profit Growth - The Indones...
- Indonesia Stocks: Energi Mega, Gas Negara, Interna...
- Telkom Incar Perusahaan Telco Kamboja - VivaNews
- CPO futures bearish amid lack of demand - Business...
- S&P 500 Erases 2011 Gain on Japan Concern; Treasur...
- Elnusa eyeing Rp5.5 trio revenue in 2011 - Insider...
- Jepang Membaik, Pabrik Toyota Kembali Beroperasi B...
- BW Plantation 2M FFB output soars 65% - Insider St...
- EXCL Siapkan Capex US$500 Juta di 2011 - TopSaham
- Multistrada eyeing Rp3.15 trio sales - Insider Sto...
- MNC Digugat Rp 3,7 Triliun Terkait IPO - Detikfinance
- Bank Central Asia - Loses Cobranding relationship ...
- Banking:BNII and BNGA: post acquisition - Mandiri ...
- Moody's Turunkan Peringkat Utang Portugal - Inilah...
- BUMA seeks US$750 mio for refinancing - Insider St...
- Bank Mandiri Optimistis Laba Dua Dijit Akhir Tahun...
- XL Axiata eyeing 10% growth in earning - Insider S...
- Laba Bank BNI Melonjak 65% di 2010 - TopSaham
- Global, GEM & Indonesia Equity Strategy! - Credit ...
- TOTL:High-rise player - Mandiri Sekuritas
- Flavour (Indo): Sean Darby, BNI, Budget - Nomura
- Commodity Special Report - Japanese earthquake and...
- Japan Daily Wednesday, March 16, 2011
- Indo Tambangraya Increases Capex to $126 Million -...
- Elnusa FY10 earning plunges 86.29% - Insider Stories
- BW Plantation CPO Output Surges 62% - The Indonesi...
- Automotive Time to re-look at tyre sector - DBS ...
- Bank Negara Indonesia: Buy; Rp3,675; TP Rp4,300; B...
- Holding On - CLSA Indo
- PLN transformation - CLSA Indo
- United Tractors - Still assessing impact from Japa...
- Indonesia Stocks: Bakrie Sumatera, Mandiri, Medco ...
- Isu repatriasi topang apresiasi Yen - Bisnis Indon...
- Asian markets stage rebound, but Nikkei at lowest ...
- Bank of Japan Fails to Contain Investor Panic as N...
- Japan pumps in another US$61.2bil into financial m...
- Fed Upgrades Economic Outlook While Affirming Bond...
- Fed comments rescue Wall Street from deeper Japan ...
- Crude Palm Oil Rebounds On Dip-Buying, Short Cover...
- Medco Energy - Ready for the big league (MEDC-BUY-...
- ANTM:Waiting game - Mandiri Sekuritas
- Metals Demand in Japan May Tumble as Quake Damage,...
- Metal sector unattractive despite Metals boom - Co...
- Spot coking coal fluctuates on higher freight;no c...
- Vallar seeks higher stake in BUMI - Insider Stories
- Valuasi Saham Tokyo Anjlok US$285 Miliar - Bisnis ...
- BJBR to propose Rp60.33 dividend - Insider Stories
- United Tractors: Buy; Rp22,400; TP Rp27,200; UNTR ...
- Semen Gresik - Formal Board of Directors finally i...
- Re-iterating BUY, BUMI, thermal tail winds - CLSA ...
- Jasa Marga (JSMR) taking over stalled toll road pr...
- Flavour (Indo): Coal, Astra Int, Garuda, Jasa Marg...
- Weekly Debt Research (07-11-Mar-2011) Rally on rob...
- MFIN Resilient to Continue - Indopremier Securities
- CIMB-Trader-15Mar11-AM - CIMB Securities
- Indonesia strategy Asia marketing feedback - Macq...
- Indonesia Stocks: Indo Tambangraya, Garuda, United...
- Moody's: Limited Rating Impact in Japan for Financ...
- Moody's: Japan to Recover from Quake; Fiscal Effec...
- Matahari in Talks to Sell 20%-30% Stake - Dow Jones
- ► 03/06 - 03/13 (114)
- ► 02/27 - 03/06 (141)
- ► 02/20 - 02/27 (113)
- ► 02/13 - 02/20 (58)
- ► 02/06 - 02/13 (111)
- ► 01/30 - 02/06 (90)
- ► 01/23 - 01/30 (119)
- ► 01/16 - 01/23 (85)
- ► 01/09 - 01/16 (91)
- ► 01/02 - 01/09 (110)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar